Selesai Mediasi, Status Karyawan RS Marga Husada Wonogiri Kini Jelas

Selesai Mediasi, Status Karyawan RS Marga Husada Wonogiri Kini Jelas
RS Marga Husada Wonogiri

Solopos.com, WONOGIRI – RS Marga Husada Wonogiri akhirnya mengklarifikasi nasib 150 pekerja. Pihak rumah sakit memutuskan hubungan kerja dengan para pekerja, baru-baru ini. Maka rumah sakit diminta membayar pesangon dan gaji yang sudah berbulan-bulan tidak dibayarkan.

Kejelasan ini terungkap dalam mediasi antara RS Marga Husada dengan para pekerja dengan tim mediator dari Disnaker atau Disnaker. Seperti diketahui, permasalahan muncul setelah Rumah Sakit Marga Husada, Pancuran, Kaliancar, Selogiri, Wonogiri bangkrut, pada akhir tahun 2019 lalu.Kondisi ini berdampak pada angkatan kerja karena rumah sakit tidak dapat membayar gaji dan tidak memperjelas status pekerjaannya. .

Dikontrak Pedagang Pasar, 9 Warga Kulonprogo DIY Positif Covid-19

Kepala Disnakertrans Wonogiri Ristanti menyampaikan, setelah beberapa kali mediasi pihak rumah sakit mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan kerja atau memberhentikan pekerja. Dengan ini, nasib para pekerja kini tidak melayang lagi.

“Dengan kejelasan status ini, pekerja bisa mencari pekerjaan di tempat lain,” kata Ristanti saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2020).

Selain itu, mereka dapat mengurus klaim jaminan sosial yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sebelum adanya kejelasan tersebut, mereka tidak dapat berbuat banyak karena masih menjadi pegawai aktif RS Marga Husada namun tidak menerima gaji. Mereka juga tidak bisa mencairkan dana jaminan sosial karena masih terdaftar sebagai karyawan.

Soal pesangon dan tunggakan gaji, lanjut Ristanti, pemilik RS Marga Husada Wonogiri sudah bisa melunasinya setelah asetnya dijual. Pemilik rumah sakit sudah lama menjual tanah dan bangunan Rumah Sakit Marga Husada. Namun, hingga September belum terjual. Sudah ada beberapa pihak yang mengajukan penawaran, namun belum ada kesepakatan harga. Para pekerja menyepakati komitmen pemilik RS Marga Husada.

Baca:  Pandemi Covid-19, 200 Warga Baturetno Wonogiri Terima Bantuan Lele

“Buruh setuju karena tahu pemilik RS Marga Husada saat ini tidak punya dana. Kalaupun minta dibayar langsung, pihak tidak bisa memenuhinya,” tambah Ristanti.

Belum selesai

Namun, mediasi belum selesai. Saat ini tim mediator masih memproses surat persetujuan Rumah Sakit Marga Husada dengan pekerja oleh Pengadilan Hubungan Industrial atau PHI Semarang. Surat perjanjian akan memiliki kekuatan hukum jika telah disetujui oleh PHI. Selanjutnya surat tersebut akan dijadikan pedoman bagi kedua belah pihak untuk memastikan bahwa komitmen tersebut dapat direalisasikan sesuai kesepakatan.

Kementerian Perhubungan Rilis Aturan Bersepeda, 7 Aksesori Ini Wajib Ada di Sepeda

Sementara itu, mantan pekerja di RS Marga Husada, Tukino mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Menurutnya, pekerja sudah memiliki pengacara, jadi semuanya harus minta izin pengacara.

Secara terpisah, pemegang saham atau pemilik RS Marga Husada Wonogiri, Suwarno, hingga berita ini ditulis, Minggu (20/9/2020), belum bisa dimintai konfirmasi. Saat Solopos.com ke rumahnya di Kaliancar, Minggu, tidak ada yang meninggalkan rumah itu Solopos.com teriak tiga salam.

Postingan Usai Mediasi, Status Karyawan RS Marga Husada Wonogiri Kini Jelas Muncul Pertama di Solopos.com.