246 Napi Sragen Dapat Remisi saat HUT ke-75 Kemerdekaan RI

246 Napi Sragen Dapat Remisi saat HUT ke-75 Kemerdekaan RI
Remisi Tahanan Sragen

Solopos.SRAGEN – Sebanyak 246 narapidana (narapidana) di Lapas Kelas IIA Sragen mendapat remisi atau pengurangan hukuman dari 1 bulan menjadi 6 bulan pada momentum HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2020) ). Ada 10 di antaranya yang benar-benar bebas, harus menjalani penahanan sebagai pengganti denda yang belum dibayar.

Pemberian remisi tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) No. PAS.922.PK.01.01.02 / 2020 dan Surat Keputusan No. PAS.931.PK.01.01.02 / 2020 tanggal 17 Agustus 2020.

Keputusan tersebut dibacakan dalam acara serah terima remisi secara simbolis yang dilakukan oleh Lapas Sragen dengan menghadirkan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dan para pemimpin daerah yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Sragen.

Sebuah video porno berjudul Big Boss-Babu ternyata dibintangi mantan DPRD di Papua

Pemberian remisi pada pukul 12.30 WIB. Namun ada kendala teknis, acara ditunda hingga pukul 14.30 WIB.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sragen yang akrab disapa Yuni menyerahkan SK remisi secara simbolis kepada dua narapidana. Usai penyerahan SK, Yuni membacakan sambutan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum-HAM) Yasonna H Laoly.

“Kondisi Lapas dan Rutan mendapat perhatian serius dari pemerintah karena penghuninya sudah over kapasitas. Lapas dan Rutan rawan penyebaran Covid-19, terutama di sejumlah Lapas Wanita di Palembang, Sunggu Minahasa, Slaemba, dan Jakarta, "kata Yuni saat membacakan sambutan Menteri Kehakiman. HAM itu.

Kepala Penjara

Kepala Lapas Kelas IIA Sragen Purwoko Suryo Pranoto menjelaskan, jumlah narapidana dan narapidana di Lapas Sragen sebanyak 428 orang. Ia menjelaskan, sebanyak 246 narapidana di Lapas Sragen mendapat remisi pada Hari Kemerdekaan Indonesia tahun ini. Dari ratusan orang yang mendapat remisi, sebenarnya ada 10 yang harus bebas.

Baca:  Disfungsi Seksual Meningkat Saat Pandemi, Ini Penyebab dan Tanda-tandanya

“Namun karena masih ada denda yang belum dibayarkan, narapidana yang bersangkutan harus menjalani hukuman sebagai pengganti denda atau akan menjalani subsider,” ujarnya.

Hari Ini Dalam Sejarah: 17 Agustus 1945, Indonesia Merdeka

Agung Hascahyo, Kepala Seksi Pembinaan Pelajar dan Pelajar Kelas IIA Kelas IIA, menambahkan dari 246 orang yang menerima formalisasi, 133 dari 246 orang di antaranya adalah narapidana narkoba, dan satu narapidana wanita yang juga berasal dari blok narkoba.

Sedangkan sisanya adalah narapidana pidana umum. Agung mengatakan, 246 orang itu sudah mengajukan remisi sejak awal dan dikabulkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

“Narapidana yang berhak mendapat remisi sudah menjalani hukuman minimal enam bulan dan memiliki reputasi yang baik, tidak melanggar aturan di Lapas. Dari narapidana yang mendapat remisi, ada narapidana dengan hukuman terpanjang 11 tahun,” ujarnya.

Posko 246 Narapidana di Sragen yang Mendapat Remisi saat HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia muncul pertama kali di Solopos.com.